Minggu, 08 Januari 2012

Resume Humas

BAB I
PENDAHULUAN

            Istilah Public Relations atau PR yang di Indonesia diterjemahkan menjadi Hubungan Masyarakat atau disingkat Humas, kini tampak semakin berkembang baik dalam kegiatan studi secara akademik maupun dalam kegiatan operasionalnya, di pemerintahan atau pun lembaga-lembaga dan perusahaan swasta.
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PUBLIC RELATIONS
Asal Mula Organisasi Public Relations
            Istilah Public Relations sebenarnya baru dikenal pada abad ke-20, namun gejalanya sudah tampak sejak abad-abad sebelumnya, bahkan sejak manusia masih primitif . Unsur-unsur dasarnya memberi informasi, membujuk, dan mengintegrasikan khalayak selalu tampak dalam kehidupan masyarakat zaman dulu.
            Gejala tersebut terlihat pada adanya hubungan yang harmonis diantara individu-individu, individu dengan kelompok, ataupun antar-kelompok di dalam pergaulan hidup mereka.
            Di zaman purbakala orang berhubungan dengan orang lain yang berjauhan tempatnya melalui tanda-tanda berupa asap api di atas gunung atau tabuh-tabuhan, tiada lain untuk menaruk perhatian dalam rangka memberitahukan sesuatu kepada orang lain atas dasar memelihara hubungan baik dengan sesamanya.
Perkembangan Demokrasi
            Kegiatan-kegiatan Public Relations pada abad pertengahan diperluas dengan adanya perkembangan kehidupan demokrasi. Sifat-sifat merasa merdeka, sama derajat, dan memiliki harga diri serta jaminan atas hasil produksinya, mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan perdagangan pada masa itu. Secara tidak disadari mereka mempraktikkan Public Relations dengan tujuan memberikan pelayanan yang baik kepada publiknya melalui persaingan yang bebas.
Revolusi Industri
            Revolusi Industri di awal abad ke-19 ikut pula mendorong pesatnya perkembangan Public Relations. Penemuan-penemuan baru dalam lapangan perindustrian meningkatkan cara kegiatan Public Relations pada taraf yang lebih tinggi dan lebih luas lagi.
           
( halaman 16-20)
Setelah peperangan melawan Napoleon Bonaparte berakhir, Inggris memperoleh kedudukan yang lebih baik di Eropa. Banyak kemajuan yang bias dicapai antara lain menguasai lautan, daerah jajahan semakin bertambah, perniagaannya semakin maju pesat. Inggris telah berubah dari Negara agraris menjadi Negara industry yang pabrik-pabrik besar dan modern, karenanya Inggris mulai mengadakan perubahan besar-besaran dalam cara berproduksi, sejalan dengan oenemuan-penemuan baru dalam lapangan teknologi.

Public Relations Modern
            Baik pesatnya perkembangan demokrasi maupun majunya perkembangan industry, semuanya menyebabkan pergeseran-pergeseran yang mengakibatkan perubahan dalam kemajuan yang luas, tidak saja dalam bidang perdagangan dan perniagaan tetapi juga dalam lapangan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, dan sebagainya.
            Dengan semakin pesatnya perkembangan tersebut, semua badan pemerintahan, industry, juga perdagangan mulai menyadari  akan pentingnya Public Relations. Karenanya timbul kebutuhan akan orang-orang yang khusus memiliki pengetahuan di bidang Public Relations .
            Untuk memenuhi kebutuhan yang dimaksud maka didirikanlah fakultas-fakultas Public Relations di berbagai perguruan tinggi. Dari fakultas-fakultas yang dimaksud pula lahir para Public Relations Specialist dalam bidang perusahaan.

PUBLIC RELATIONS SEBAGAI KARYA PUBLISISTIK
            Publisisitik pada dasarnya adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari pernyataan antar manusia yang umum dan actual, dan bertugas menyelidiki secara ilmiah pengaruh pernyataann itu dari mulai ditimbulkan orang sampai tersiar dalam pers, radio, dan sebagainya, serta akibatnya kepada si penerima pernyataan itu.
Unsur-unsur terjadinya proses komunikasi:
1.      Sumber, yaitu segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Baik itu berupa data, fakta, maupun peristiwa yang terjadi
2.      Komunikator, yaitu orang atau orang-orang yang menyampaikan pernyataan atau pendapat, gagasa, dan buah pikirannya.
3.      Pesan atau pernyataan, yaitu pendapat atau pesan komunikator terhadap sumber yang dilihat, didengar, atau dialaminya.
4.      Media, yaitu sarana yang akan dipergunakan untuk menyalurkan atau menyampaikan pesan
( halaman 23-26)
5.      Tujuan, yaitu sasaran yang hendak dicapai oleh komunikator
6.      Komunikan, yaitu orang yang menerima pesan yang disampaikan.
7.      Efek atau akibat yang timbul pada diri komunikan atas tujuan komunikasi yang dilancarkan komuikator.
Karya Publisistik berupa :
1.      Jurnalistik
2.      Public Relations
3.      Penerangan
4.      Propaganda
5.      Dakwah
6.      Indoktrinasi
7.      Pendidikan
PENGERTIAN DAN DEFINISI PUBLIC RELATIONS
·         PUBLIC
Public adalah perhatian dan kepentingan, bukan kehidupan atau hubungan antar anggotanya. Itulah sebabnya dalam pemakaian kata public pada kelima istilah tersebut menimbulkan makna yang berbeda.
Dalam kematangannya , public bias merupakan pengelompokan yang tidak memiliki struktur dalam arti tida mempunyai hierarki, peran sosial, dan norma tertentu, dengan penekanan pada adanya minat dan perhatian bersama teerhadap suatu hal.
·         RELATIONS
Istilah relations pada hakikatnya dimaksudkan dengan kegiatan membentuk suatu pertalian relasi atau menjalin hubungan satu sama lain (Webster, 1956: 227). Dengan demikian, istilah yang dimaksud dengan arti kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh lembaga Public Relations untuk menciptakan hubungan relasi antara perusahaan, organisasi, badan, atau intansi terkait dengan publiknya.
Dari pengertian tersebut kiranya bias dipahami  pula kurang tepatnya kita menggunakan istilah hubungan masyarakat bagi terjemahan public relations.

·         OPINI PUBLIK
Kegiatan utama Public Relation yaitu berkomunikasi dalam membentuk relasi sedangkan prinsip  utama dari  berkomunikasi adalah bertujuan melakukan perubahan sikap, pendapat, sifat, perilaku, dan perubahan sosial.
( halaman 29 -35)
DEFINISI PUBLIC RELATIONS
            Public Relations adalah suatu kegiatan komunikasi dan penafsiran, serta komunikasi-komunikasi dan gagasan-gagasan dari suatu lembaga kepada publiknya, dan pengkomunikasian informasi, gagasan-gagasan, serta pendapat dari publiknya itu kepada lembaga tadi, dalam usaha yang jujur untuk menumbuhkan kepentingan bersama sehingga dapat tercipta suatu persesuaian yang harmonis dari lembaga itu dengan masyarakatnya.
(halaman 43)

BAB 2
TUJUAN DAN TUGAS PUBLIC RELATIONS
            Tujuan Public Relation dibagi atas dua bagian,
1.      Secara positif berusaha mendapatkan dan menambah penilaian serta jasa baik suatu organisasi atau perusahaan.
2.      Secaara defensif berusaha untuk membela diri terhadap pendapat masyarakat yang bernada negatif, bilamana diserang dan serangan itu kurang wajar, padahal organisasi atau perusahaan itu tidak salah (terjadi kesalapahaman). Dengan demikian, tindakan ini merupakan salah satu aspek penjagaan atau pertahanan

Dalam kegiatan komunikasi dikenal ada 4 teknik berinteraksi, yaitu :
1.      Teknik informatif
2.      Teknik Instruktif
3.      Teknik Pesuasif, dan
4.      Human relations
Untuk memenangkan pengaruh di khalayak, khususnya public, Teknik Informatif saja jelas kurang bias diandalkan, sebab walaupun publik sudah menerima informasi tentang barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan, belum tentu hatinya atau pikirannya terdorong untuk membeli atau menggunakan (memiliki) barang atau jasa tersebut.
Teknik Instruktif mungkin bias menggerakkan public untuk membeli atau menggunakannya, namun mereka melakukannya secara terpaksa, dan kesadaran untuk membeli atau memiliki dan menggunakannya pun hanya seketika saja.

( halaman 53 )
Teknik yang paling efektif memelohara barang atau jasa yang di tawarkan itu adalah Teknik Persuasif. Dalam masyarakat demokratis, usaha mempengaruhi sikap, sifat, dan pendapat, hanyalah bias dilakukan melalui persuasi (bujukan atau ajakan).
Persuasi adalah kegiatan psiklogis dalam usaha mempengaruhi sikap, sifat, pendapat, dan tingkah laku seseorang atau orang banyak.

HAMBATAN-HAMBATAN
            Hal yang paling sukar dalam usaha persuasi melalui komunikasi itu adlah usaha gar orang lain dapat menerima atau menanggapinya seperti cara kita berpikir. Kebisingan (noise-factor) hambatan berupa suara-suara yang mengganggu jalannya komunikasi sehingga pesan komunikasinya tidak bias diterima sebagaimana mestinya. Hambatan kebisingan dapat pula mengganggu siaran radio atau televise, berupa fading (gangguan cuaca).
            Factor semantic adalah hambatan berupa pemakaian kata atau istilah yang menimbulkan salah paham atau pengertian. Hambatan demikian tidak jarang dapat mengakibatkan kesalahan-kesalahan dan kegagalan yang fatal.
            Prasangka merupakan salah satu hambatan berat terhadap berlangsungnya komunikasi, sebab orang yang memiliki prasangka belum apa-apa sudah bersikap was-was dan menentang komunikator atau pembicara yang hendak melancarkan komunikasi.
EVASI PERSUASI
Hambatan yang obyektif adalah gangguan dan rintangan terhadap berlangsungnya kegiatan persuasi, yang tidak disengaja dibuat oleh pihak lain, tapi mungkin disebabkan oleh keadaan yang tidak menguntungkan (alami).
Adapun hambatan yang subyektif adalah hambatn yang sengaja dibuat oleh pihak lain sehingga menimbulkan gangguan bahkan penentangan terhadap usaha persuasi. Dasar dasar gangguan dan penentangan dimaksud biasanya disebabkan oleh adanya perbedaan kepentingan, prasangka, tamak, iri hati, apatisme, dan sebagainya.
Ada 4 cara yang di tempuh orang untuk melakukan evasi terhadap persuasi tsb, yaitu :
1.      Menyesatkan pengertian (understanding derailed)
2.      Pemalsuan isi komunikasi (message made invalid)
3.      Mengubah luas lingkup pandangan (changing frame of reference)
4.      Mencemoohkan komunikasi dengan menyatakan bahwa isinya terlalu sukar (the messege is too difficult to be understand)
( halaman 56-59)
PENGARUH NORMA KELOMPOK
            Manusia hidup berkelompok. Bagaimanapun kita tidak dapat lepat dari ikatan kehidupan kelompok. Kelompok sosial adalah sekumpulan orang yang mempunyai perhatian terhadap hal yang sama, saling member stimulan satu sama lain, mempunyai loyalitas yang sama, sama-sama bekerja dalam kegiatan organisasi yang didalamnya terdapat bukan hanya pembagian pekerjaan ataupun kegiatan interaksi semata, melainkan juga menyangkut kegiatan-kegiatan perencanaan, antisipasi, persuasi, propaganda, edukasi, dan sebagainya.
            Karena memiliki sifat structural itulah maka tiap kelompok mempunyai norma-normanya sendiri. Norma dimaksud berupa nilai-nilai dan ukuran hidup uang menentukan mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Dalam hal ini norma memiliki fungsi ganda, yaitu memperteguh rasa bersatu (we-ness) dan mengikat rasa persatuan tersebut. Karenanya norma dimaksud menjadi landasan hidup para anggota kelompoknya.

PENDEKATAN PERSUASI
            Apabila hendak mengadakan kegiatan persuasi dalam usaha memperkuat, mempengaruhi, serta mengubah pendapat, sifat, sikap dan tingkah laku seseorang atau khlayak ramai, seyogianya kita menentukan factor-faktor penentu salam diri sasaran, hambatan atau kendala terhadap persuasi, evasi persuasi, dan norma-norma kelompok yang dianutnya.
            Ada tiga unsur yang bias menentukan efektifitas suatu komunikasi, yaitu :
1.      Situasi dimana komunikasi itu berlangsung
2.      Status pribadi komunikan, dan
3.      Ikatan norma-norma kelompok komunikan.

Usaha-usaha menumbuhkan perhatian dengan memanfaatkan pengaruh stimulus dapat dilakukan melalui cara-cara penyajian seperti berikut :
a.       Objek yang berubah-rubah dan bergerak
b.      Intensitas objek
c.       Pergaulan
d.      Bentuk objek
e.       Hal yang baru dan aneh
f.       Hubungan dengan objek
g.      Objek yang menarik, penting dan berkesan
(halaman 61-63)
TUGAS-TUGAS PUBLIC RELATIONS
            Inti tugas Public Relations adalah sinkronisasi antara informasi dari perusahaan dengan reaksi dan tanggapan publik sehingga mencapai suasana akrab, saling mengerti dan muncul suasana yang menyenangkan dalam berinteraksi perusahaan dengan publik .
            Berdasarkan adanya dua jenis publik bagi suatu barang atau perusahaan (publik intern dan ekstern) maka tujuan piblik relations diarahkan melqlui dua macam tugas, yaitu :
1.      Internal publik relations
2.      Eksternal publik relation

INTERNAL PUBLIC RELATIONS
            Sudah tentu suasana didalan badan atau perusahaan itu sendiri yang menjadi target internal public relation, terutama suasan diantara karyawannya yang mempunyai hubungan langsung dengan perkrmbangan badan kantor perusahaannya.
            Kegiatan public relations ke dalam perusahaan tersebut diperlukan untuk memupuk adanya suasana yang menyenangkan diantara para karyawan.
            Untuk menciptakan keadaan itu semua kiranya perusahaan melalui kebijakasanaan internal public relations antara lain berusaha mengadakan :
1.      Penguuman-pengumuman
2.      Buku pegangan pegawai
3.      Kontak pribadi
4.      Pertemuan-pertemuan berkala
5.      Kotak suara
6.      Laporan pada pemegang saham
7.      Hiburan dan darma wisata
8.      Olahraga
9.      Study tour dan pelatihan
10.  Hadiah-hadiah dan penghargaan
11.  Klinik dan apotik bagi pegawai dan keluarganya
12.  Tempat-tempat ibaah
13.  Tempat-tempat pendidikan


( halaman 73-78)
EKSTERNAL PUBLIC RELATIONS
            Bagi suatu perusahaan hubungan dengan public di luar perusahaannya merupakan suatu keharusan yang mutlak. Sesuai dengan sifatnya dalam masyarakat modern tidak aka nada kemungkinan bagi seseorang atau suatu badan bias hidup sendiri. Seperti halnya suatu perusahaan tidak akan mungkin bias berdiri jika tidak bias mendatangkan bahan baku.
            Komunikasi yang dilaksanakan baik secara informatif maupun persuasif bertujuan untuk memecahkan masalah yang ada hubungannya dengan kegiatan perusahaan keluar. Adapun masalah atau problem yang perlu dipecahkan dalam kegiatan eksternal public relations antara lain meliputi :
1.      Bagaimana memperluas pasar bagi produksinya
2.      Bagaimana memperkenalkan produksinya bagi masyarakat
3.      Bagaimana cara mendapatkan penghargaan dan penerimaan dari public.
4.      Bagaimana memelihara hubungan baik dengan beberapa pejabat pemerintah atau Negara.
5.      Bagaimana memelihara hubungan baik dengan pers.
6.      Bagaimana memelihara hubungan baik dengan para pemasok dan publik lain yang berhubungan dengan operational perusahaan.

PUBLISITAS (PUBLYCITY)
            Publisitas merupakan komunikasi kepada publik melalui media massa atau secara langsung dan tidak memerlukan suatu bayaran, baik dari pihak komunikator maupun dari pihak media massa yang bersangkutan. Berbeda dengan berita, publisitas dibuat dalam bentuk berita bedasarkan keinginan seseorang atau badan perusahaan untuk memberitahukan kegiatan sehari-hari.
            Sedangkan News atau berita adalah pemberitahuan atas dasar keinginan orang-orang untuk diberi tahu, karenanya publisitas pin harus mengandung unsure-unsur berita yangmenarik sehingga semua media massa menyiarkannya.
PERIKLANAN (ADVERTISING)
            Perikalan merupakan suatu kegiatan yang terkait dengan dua bidang kehidupan manusia sehari-hari yakni ekonomi dan komunikasi.
            Dalam bidang ekonomi perikalanan dikenal sebagai salah satu upaya marketing yang strategis. Perikalan merupakan suatu kekuatan menarik yang ditujukan kepada kelompok pembeli tertentu, dilaksanakan oleh produsen atau pedagang agar dapat mempengaruhi penjualan barang atau jasa ke arah yang menguntungkan.
(halaman 79-91)
            Untuk lebih menarik perhatian dan mempengaruhi konsumen pariwara produk biasanya disajikan dalam bentuk :
1.      Price advertising
2.      Quality advertising
3.      Prestige advertising

PROPAGANDA
            Propaganda merupaka kegiatan persuasive untuk mempengaruhi seseorang, suatu kelo pok, orang banyak dengan dasar-dasar sikologis agar menerima suatu idea tau hal yang pada waktu tertentu belum diterima atau belum dianggap bermanfaat.
Ciri khas propaganda menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
1.       Objeknya merupakan sesuatu hal atau ide yang baru
2.      Bertujuan menggerakkan seseorang , suatu kelompok atau orang banyak dengan dasar-dasar psikologis yang bersifat persuasive, tapi tidak dengan kekerasan, penyuapan, boikot, terror dan sebagainya.
3.      Proses kegiatannya berlangsung secara sugestif dan satu jurusan, dalam arti tidak mengharapkan adanya pertanyaan atau tanggapan.
4.      Sifatnya Subjektif.

PAMERAN
            Tujuan utama dari pameran adalah mengundang publik untuk mengenal, melihat dan mengerti akan hal-hal mengenai kegiatan perusahaan, terutama sekali hasil produksinya.
            Menurut kegiatannya, dalam pameran dikenal istilah-istilah :
1.      Banquet
2.      Bazar
3.      Exhibition
4.      Exposition
5.      Fair
6.      Festival
7.      Show

( halaman 124-134)
Berdasarkan macam barang yang dipertunjukkan , pameran terbagi dalam bentuk sebagai berikut :
1.      Pameran local
2.      Pameran nasional
3.      Pameran internasional

( halaman 133-134)

BAB 3
METODE PEKERJAAN PUBLIC RELATIONS
Metode pekerjaan public relations ditekankan pada penelitian terhadap public, peneletian untuk mengetahui sikap, pendapat, dan tingkah laku public terhadap kegiatan yang dilakukan perusahaan. Dari hasil penelitian itu dapat ditemukan fakta dan data yang bisa dipakai untuk menyusun rencana kerja perusahaan selanjutnya.
PENELITIAN (RESEARCH)
            Secara  definitive penelitian merupakan kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisa, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan obyektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum.
            Penyelidikan operasional merupakan proses yang menngunakan jiwa dari penyelidikan dasar, dalam hal ini berbentuk teori-teori ilmiah yang bias digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang muncil pada suatu kedaan tertentu yang sedang di amati.
Secara ilmiah kita mengenal beberapa jenis penelitian :
1.      Survey, yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan pengumpulan data (bahan) dari sejumlah kasus pada suatu waktu tertentu
2.      Case study (studi kasus), yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui siklus suatu kehidupan atau bagian penting dari siklus itu, kehidupan suatu unit atau kasus.
3.      Activity analysis (analisis kegiatan), yaitu melakukan penelitian dengan cara mengadakan analisis terhadap kegiatan atau proses yang dilakukan seseorang, kelompok, atau lembaga.

( halaman 141-144)
4.      Content/ document nalysis ( analisis dokumen( yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara menganalisis dan menyelidiki catatan dan dokumen yang terkait dengan objek penelitiannys.
5.      Penelitian follow-up, suatu penelitisn yang bertujuan untuk menyelidiki insane-insan yang telah kembali dari suatu lembaga tertentu setelah selesai mengikuti program tertentu.
Dalam hal ini, penelitian langsung dapat memberikan beberapa keuntungan, seperti :
a.       Peneliti dapat merumuskan kembali masalahnya selama observasi itu berlangsung terus.
b.      Hubungannnya yang erat dengan situasi yang sebenarnya memberikan kemungkinan baginya untuk menghindari pertanyaan-pertanyaanyang tidak berguna.
c.       Secara teratur ia dapat mengubah kategori-kategori yang doperlukan bagi penelitiannya.
d.      Memberikan kemungkinan baginya untuk memperoleh bahan-bahan yang lebih akurat dan mendalam.
( halaman 141-146)
e.       Dapat menyimpulkan bahan-bahan yang pada saat itu kelihatanyya tidak berhubungan dengan masalah penelitiannya, akan tetapi mungkin akan berguna kelak dikemudian hari,

Observasi yang baik hendaknya dilaksanakan dengan:
a.       Perencanaan yang teliti dan sistematis
b.      Penuh pengertian dan pengetahuan peneliti terhadap apa yang diamatinya.
c.       Pemisah fakta dan interprestasinya.
d.      Sikap objektif dan peneliti.
e.       Pengecekan kembali guna penguatan hasilnya, bahkan kalau perlu observasi bias diulang kembali.
f.       Pencatatan yang teliti dan seksama.
Wawancara atau lazim pula disebut interview, dapat disampaikan dengan angket dalam bentuk lisan. Untuk memperoleh data yang diharapkan dengan mudah serta wawancara berjalan lancer, hendaknya dipehatikan hal-hal berikut :
a.       Suasan dimana wawancara akan berlangsung diusahakan tidak kaku, santai, penuh keakraban, dan menyenangkan.
b.      Sikap ramah-tamah dalam pembicaraan di saat wawancara itu berlangsung perlu dipertahankan.
c.       Pewawancara hendaknya wajar dan tetap sopan.
(halaman 147)
d.      Wawancara bukan kesempatan untuk memamerkan kecakapan atau pengetahuan orang yang melakukan wawancara tetapi membutuhkan pendapat orang yang diwawancarainya.
e.       Usahakan agar dapat memperoleh keterangan yang selengkap-lengkapnya, kalau mungkin bias menggunakan stenografi, tape recorder, atau alat-alat lainnya yang bias meliput pembicaraan itu selengkapnya.
PERENCANAAN (PLANNING)
            Dari laporan hasil penelitian tadi, diperoleh bahan untuk menyusun rencana kerja dalam kegiatan public relations berikutnya maka atas dasar fakta dan data ataupun persoalan-persoalan yang dijumpai pada hasil penelitian dimaksud, disusunlah suatu rencana kerja.
            Karenanya suatu perencanaan yang baik hendaknya mencakup persoalan yang terdiri dari What, Why, Where, Who, dan How, atau disingkat menjadi 5W dan 1H. secara rinci persoalan dimaksud meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.      APA                rencananya, dalam arti, tujuan (maksud) apakah yang hendak dicapai ?
2.      MENGAPA    (apa sebabnya) demikian ?
3.      DI MANA      tempat operasinya akan dilaksanakan ?
4.      KAPAN                      rencana itu akan dilaksanakan ?
5.      SIAPA                        yang akan melaksanakan ?
6.      BAGAIMANA          cara terbaik yang harus dilaksanakan (dijalankan) ?
PELAKSANAAN (ACTION)
            Setelah rencananya cukup matang san disrtujui oleh semua puhak terkait, maka tiba waktunya untuk mengadakan pelaksanaan kerja dalam hal mewujudkan rencana itu. Dalam hal ini berbagai cara dan teknik dapat dilakukan, di antaranya :
a.       Pendekatan terhadap pegawai (internal public)
Pendekatan terhadap pegawai merupakan pendekatan yang berdasarkan hubungan para pegawai itu dengan lingkungan pekerjaannya, sampai sejauh mana kesadaran mereka dalam hal tanggung jawab terhadap lingkungan pekerjaannya.
b.      Pendekatan kepada umum (public eksternal)
Suatu oendekatan yang bertujuan mencari dukungan dan kepercayaan dari public, khususnya publik yang ada di luar perusahaan, perlu dilakukan dalam mewujudkan harmonisasi hubungan di antara perusahaan dengan publiknya.

(halaman 152-156)
PENILAIAN (EVALUATION)
            Tahap berikut ini dimaksudkan dengan memeriksa sampai dimana program atau rencana yang telah digariskan itu dapat dilaksanakan. Dalam tahap ini diadakan pengukuran dan penilaian mengenai :
a.       Apakah hasil kerjanya sesuai dengan rencana yang telah digariskan ?
b.      Apakah segala sesuatunya dilaksanakan sesuai dengan instruksi serta pedoman yang telah diberikan ?
c.       Adakah kesulitan-kesulitan dan kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam mengerjakan program itu ?
d.      Adakah efisiensi dilakukan dalam pekerjaan itu ?
Dengan demikian dapat diketahui hal-hal yang perlu mendapatkan pehatian lebih lanjut, demi kesempurnaan cita-cita perusahaan selanjutnya.

( halaman 158)

Skenario Menerima Tamu

TUGAS HUMAS
SKENARIO PENERIMAN TAMU

Oleh :
·        Edy Kurniawan    (098 554 213)
·        Nur Laily Mufrita (098 554 295)
·        Nur Alamiah                   (098 554 296)
·        Umi Nur Cholis     (098 554 302)
·        Titin Hidayati        (098 554 327)


UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI
PRODI ADMINISTRASI PERKANTORAN
2011
SKENARIO PENERIMAAN TAMU

Tamu              : Selamat Pagi !
Sekretaris       : Selamat Pagi, Ibu! Ada yang bisa saya bantu?
Tamu              : Saya ingin bertemu dengan bapak Andre Manager Perusahaan. Apa beliau ada ditempat?
Sekretaris       : Maaf sebelumnya dengan Ibu siapa?
Tamu              : Saya Ibu Najwa Manager PT. Adi Buana.
Sekretaris       : Apakah Ibu Najwa sudah membuat janji dengan bapak Andre sebelumnya?
Tamu              : Sudah, Bu! Tiga hari yang lalu saya sudah membuat janji dengan Pak Andre melalui telepon.
Sekretaris       : Baiklah, akan saya beritahukan pada Bapak Andre terlebih dahulu. Apakah Ibu berkenan menunggu sebentar?
Tamu              : Baiklah, terima kasih Bu !
Sekretaris       : (Sekretaris kembali) Maaf sekali, Ibu! Bapak Andre sedang ada meeting di aula dan Beliau tidak bisa diganggu. Pesan Beliau, ibu disuruh datang lagi kesini besok?
Tamu              : Baiklah, Bu! Terimakasih atas informasinya, saya akan datang kesini lagi besok kalau begitu.
Sekretaris       : Sama-sama Bu saya juga ucapkan terimakasih atas pengertiannya.
Tamu              : Baik Bu !
Sekretaris       : Maaf sebelum Ibu meingalkan tempat silahkan mengisi form tamu terlebih dahulu! (Dengan memberikan form tamu)
Tamu              : (Mengisi form tamu kemudian diberikan pada sekretaris)
Sekretaris       : Terima kasih, Ibu! Jika besok Anda selesai bertemu dengan bapak Andre silahkan Anda kembali kesini lagi untuk menandatangani Form catatan penerima tamu.
Tamu              : Baik besok jika saya sudah menemui Bapak Andre saya akan kembali kesini untuk tanda tangan. Baiklah saya pamit dulu terima kasih atas bantuannya!
Sekretaris       : Sama-sama, Ibu!
Tamu              : Selamat Pagi…!
Sekretaris       : Selamat Pagi Bu, Selamat datang kembali besok ! (Sambil bersalaman)
Tamu              : Iya Bu…! (Tamu keluar dari kantor).



v  Lampiran :

FORM PENERIMA TAMU


Nomor
(Number) : ……..

KARTU TAMU
(Visitor Card)

  1. Nama (Name)                                      : …………………………………
  2. Pekerjaan (Occupation)                       : …………………………………
  3. Alamat (Address)                                : …………………………………
  4. Telepon (Telephone)                           : …………………………………
  5. Ingin bertemu dengan (Want to see)   : …………………………………
  6. Tentang/Hal (Subject)                         : …………………………………

…………….,  20…..
Tanda Tangan
(Signature)


(…………….)


Catatan (Notes)                       : ……………..
Selesai pukul (Finish at)          : ……………..
Tanda tangan (Signature)        : ……………..

 
 
















CATATAN PENERIMA TAMU

Tanggal
(Date)
Masuk Pukul
(in:AM/PM)
Paraf
(Signature)
Keluar Pukul
(Out:AM/PM)
Paraf
(Signature)






Harap disampaikan kembali kepada penerima tamu waktu keluar kembali.